Site icon Radio Noticias Del Peru

10 Street Food Peru yang Murah, Enak, dan Bikin Nagih!

Street Food Peru

Street Food Peru – Peru mungkin terkenal dengan megahnya Machu Picchu atau misteri Garis Nazca. Namun, bagi para petualang rasa, daya tarik sejati Peru justru terletak di trotoar jalannya. Ibu kotanya, Lima, telah lama dinobatkan sebagai salah satu ibu kota kuliner dunia. Hebatnya, Anda tidak perlu memesan tempat di restoran berbintang Michelin untuk mencicipi keajaiban kuliner ini.

Sebab, pesta kuliner yang sesungguhnya ada di gerobak kaki lima, pasar tradisional, dan sudut-sudut gang yang dipenuhi asap panggangan beraroma magis. Street food Peru adalah hasil kawin silang budaya yang luar biasa—memadukan tradisi kuno Inca dengan pengaruh Spanyol, Afrika, China, Jepang, hingga Italia.

Siapkan perut Anda, kosongkan memori ponsel untuk foto-foto estetis, dan mari kita bedah 10 street food Peru yang wajib Anda coba tanpa bikin kantong bolong!


1. Anticuchos: Sate Jantung Sapi yang Mengguncang Jiwa

Jangan mundur dulu nagahoki88 slot begitu mendengar kata “jantung sapi”! Anticuchos adalah raja jalanan sejati di Peru. Kuliner ini memiliki sejarah panjang yang dibawa oleh para budak Afrika pada zaman kolonial Spanyol. Karena bagian daging utama diambil oleh para penguasa, para budak memutar otak dan mengolah jeroan menjadi hidangan yang luar biasa lezat.

Jantung sapi dipotong dadu, dimarinasi dalam campuran bawang putih, cuka, jinten, dan cabai khas Peru bernama ají panca. Setelah bumbu meresap, daging ditusuk bambu lalu dibakar di atas arang menyala sambil terus diolesi bumbu.

2. Ceviche Carretillero: Kesegaran Laut di Gerobak Kaki Lima

Anda mungkin pernah mendengar tentang ceviche di restoran mewah, tetapi Ceviche Carretillero (ceviche versi gerobak) menawarkan pengalaman yang jauh lebih otentik dan ramah dompet. Kuliner ini adalah lambang kebanggaan nasional Peru.

Ikan laut segar yang dipotong dadu “dimasak” secara instan menggunakan keasaman jus jeruk nipis segar, lalu dicampur dengan bawang merah iris tipis, ketumbar, dan cabai ají limo. Di versi jalanan, ceviche ini sering disajikan dengan sejumput chicharrón de calamar (cumi goreng tepung yang renyah).


3. Picarones: Donat Ubi yang Manis dan Eksotis

Setelah menyantap yang gurih dan pedas, saatnya beralih ke hidangan penutup yang legendaris. Picarones sekilas mirip dengan donat atau churros, tetapi bahan utamanya sangat unik: adonan yang terbuat dari ubi jalar manis dan labu (zapallomacre).

Adonan ini diberi ragi, dibentuk lingkaran secara manual dengan jari tangan langsung ke dalam wajan berisi minyak panas yang melimpah—sebuah atraksi jalanan yang sangat seru untuk ditonton. Setelah matang dan berwarna cokelat keemasan, picarones disiram dengan sirup chancaca kental (sirup tebu mentah yang dimasak dengan kulit jeruk dan kayu manis).

Picarones paling nikmat disantap saat malam hari ketika udara Peru mulai mendingin. Hangat, renyah di luar, lembut di dalam, dan manisnya pas!


4. Papa Rellena: Bom Kentang Isi Daging yang Mengenyangkan

Peru adalah rumah bagi lebih dari 4.000 jenis kentang, jadi tidak heran jika mereka sangat jenius dalam mengolah umbi yang satu ini. Papa Rellena secara harfiah berarti “kentang isi”.

Adonan kentang tumbuk yang lembut dibentuk menjadi oval menyerupai kapsul besar. Bagian tengahnya diisi dengan tumisan daging sapi cincang, bawang bombay, bawang putih, zaitun hitam, telur rebus, dan kismis. Seluruh permukaan kentang kemudian dibalur tepung dan digoreng hingga membentuk lapisan luar yang garing.

Hanya dengan membeli satu Papa Rellena, perut Anda dijamin langsung kenyang. Ini adalah menu sarapan atau camilan sore andalan para pekerja di Lima karena harganya yang sangat murah namun padat gizi.


5. Salchipapas: Camilan Sederhana Sejuta Umat

Jika Anda mencari comfort food yang tidak neko-neko, murah meriah, dan pasti cocok di lidah siapa saja, carilah penjual Salchipapas. Nama makanan ini adalah gabungan dari dua bahan utamanya: salchicha (sosis) dan papa (kentang).

Hidangan ini terdiri dari sepiring penuh kentang goreng khas Peru yang dipotong tebal, ditumpuk dengan irisan sosis sapi goreng. Keajaiban Salchipapas terletak pada saus di atasnya. Anda bisa meminta kombinasi saus sesuka hati: mayones, saus tomat, mustard, saus ají (cabai Peru), hingga saus huacatay (kemangi hitam Peru).

Meskipun terlihat sederhana, Salchipapas adalah bagian besar dari kultur pop anak muda Peru saat berkumpul di malam hari.


6. Butifarra: Sandwich Legendaris dengan Sentuhan Ham Lokal

Butifarra adalah salah satu jenis sandwich tertua di Peru, yang sering dijual di gerobak antik atau kedai kopi sudut jalan. Bintang utama dari sandwich ini adalah Jamón del País—ham khas Peru yang dibuat dari daging babi yang dibumbui bawang putih, cabai ají panca, jinten, lalu direbus.

Irisan ham tebal ini kemudian dimasukkan ke dalam roti renyah bernama Pan Francés, lalu diberi Salsa Criolla (acar bawang merah khas Peru yang dicampur jus jeruk nipis dan cabai).

Kombinasi antara gurihnya daging babi rempah dan segarnya acar bawang menghasilkan keseimbangan rasa yang sempurna. Sangat cocok dinikmati sambil berjalan-jalan menikmati arsitektur kota tua.


7. Cachangas: Kerupuk Roti Raksasa yang Renyah

Berjalan-jalan di pasar tradisional Peru, mata Anda pasti akan tertuju pada lembaran adonan goreng raksasa berbentuk bulat pipih yang ditumpuk tinggi. Itulah Cachanga.

Cachanga terbuat dari adonan tepung terigu sederhana yang ditipiskan hingga melebar, lalu digoreng cepat dalam minyak panas sampai menggembung dan renyah. Rasanya cenderung gurih-netral, tetapi penjual jalanan biasanya menawarkan dua versi toping: disiram dengan madu lokal yang manis, atau dimakan begitu saja sebagai teman minum teh atau kopi. Harganya? Sangat murah, bahkan sering kali tidak sampai satu dolar AS!


8. Tamales Peruanos: Sarapan Hangat Berbungkus Daun Pisang

Bagi orang Indonesia, penampilan Tamal (bentuk tunggal dari Tamales) pasti terasa sangat familiar karena mirip dengan lemper besar atau nagasari. Bedanya, tamal Peru terbuat dari adonan jagung putih atau kuning tumbuk (mote) yang dicampur dengan sedikit lemak, kaldu, dan cabai ají panca.

Di bagian tengahnya, diberi isian berupa potongan daging ayam atau babi, zaitun hitam, dan irisan telur rebus. Adonan ini kemudian dibungkus rapat dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang.

Setiap hari Minggu pagi, Anda akan melihat antrean panjang warga lokal di depan penjual tamal jalanan. Menyantap tamal hangat yang gurih dengan perasan jeruk nipis di atasnya adalah cara terbaik untuk memulai hari di Peru.


9. Empanadas Peruanas: Pastri Panggang Isi Kelezatan

Meskipun Empanada dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Amerika Latin, versi Peru memiliki keunikan tersendiri. Pastri berbentuk bulan sabit ini diisi dengan campuran daging sapi cincang, bawang bombay, kismis, zaitun, dan telur rebus—mirip dengan isian Papa Rellena.

Perbedaan utamanya terletak pada cara memasaknya yang dipanggang (bukan digoreng), menghasilkan tekstur kulit yang rapuh, gurih, dan sedikit manis. Sebelum digigit, orang Peru selalu memeras sedikit jeruk nipis langsung ke bagian dalam empanada setelah gigitan pertama. Sentuhan asam ini mengubah rasa pastri menjadi berkali-kali lipat lebih segar!


10. Arroz Con Leche me combinó con Mazamorra Morada (El Combinado)

Kita tutup petualangan street food ini dengan duet hidangan penutup jalanan yang paling romantis di Peru, yang sering disebut masyarakat lokal sebagai “El Combinado” (Kombinasi) atau “Clásico”.

Hidangan ini disajikan dalam satu cup yang dibagi menjadi dua bagian:

  1. Arroz con Leche: Puding nasi kental yang dimasak dengan susu, kayu manis, dan kismis (manis dan hangat).
  2. Mazamorra Morada: Puding jeli yang terbuat dari jagung ungu khas Peru (maíz morado) yang dimasak dengan buah-buahan kering seperti plum dan nanas.

Warna putih dari puding susu berpadu kontras dengan warna ungu gelap dari mazamorra. Ketika sesendok dari kedua puding ini masuk ke mulut secara bersamaan, rasanya seperti sebuah simfoni manis yang tidak akan Anda lupakan.


Mengapa Street Food Peru Sangat Istimewa?

Selain rasanya yang kaya karena perpaduan multi-kultur, street food di Peru adalah refleksi dari kehangatan masyarakatnya. Para penjual (carretilleros) biasanya sangat ramah dan dengan senang hati menjelaskan bahan-bahan yang mereka gunakan.

Bagi para backpacker atau pelancong dengan anggaran terbatas, makanan jalanan ini adalah penyelamat. Hanya dengan mengeluarkan uang berkisar antara 3 hingga 12 Soles (sekitar Rp13.000 hingga Rp50.000), Anda sudah bisa mendapatkan porsi makan yang mengenyangkan sekaligus petualangan rasa yang otentik. Jadi, jika Anda berkesempatan mengunjungi Peru, singkirkan diet Anda sejenak dan biarkan lidah Anda menjelajah setiap sudut jalanannya!

Exit mobile version